Ketahanan Pangan Lampung Selatan: Produksi Kuat Harus Diikuti Akses Pangan yang Merata

- Redaksi

Rabu, 4 November 2026 - 14:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Yudistira Alamsyah

Lampung Selatan – Ketahanan pangan di Kabupaten Lampung Selatan tidak cukup hanya diukur dari tingginya produksi pertanian. Lebih dari itu, ketahanan pangan harus mampu menjamin setiap keluarga memperoleh bahan pangan yang cukup, aman, bergizi, dan terjangkau.

Sebagai salah satu daerah penopang sektor pertanian di Provinsi Lampung, Kabupaten Lampung Selatan memiliki modal produksi yang kuat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, produksi padi Lampung Selatan pada 2025 mencapai sekitar 460.853 ton gabah kering giling (GKG), dengan luas panen 76.006 hektare dan produktivitas 60,63 kuintal per hektare.

Capaian tersebut menjadi gambaran besarnya potensi pertanian Lampung Selatan. Namun, produksi yang tinggi belum otomatis menjamin seluruh masyarakat memiliki akses pangan yang memadai. Faktor daya beli, pendapatan rumah tangga, distribusi, ketersediaan pasar, akses air bersih, hingga layanan kesehatan turut menentukan kualitas ketahanan pangan masyarakat.

Indikator ketahanan pangan daerah juga perlu dibaca secara menyeluruh. Data terbuka Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lampung Selatan mencatat Indeks Ketahanan Pangan tahun 2025 sebesar 82,23. Sementara itu, hasil analisis Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan tahun 2025 menunjukkan adanya perbedaan kondisi antardesa.

Sebagian besar desa berada pada prioritas komposit 4 dan 5, sedangkan sejumlah desa masuk prioritas 6 yang menunjukkan kerentanan relatif lebih tinggi dalam pemetaan tersebut. Desa Gandri, Kecamatan Penengahan, tercatat memiliki indeks komposit 81,50.

Perbedaan ini menegaskan pentingnya kebijakan pangan yang berbasis kondisi wilayah. Pemerintah daerah perlu memastikan desa-desa yang menghadapi kerentanan memperoleh perhatian dan intervensi sesuai persoalan yang dihadapi, bukan melalui pendekatan yang seragam.

Tantangan Lampung Selatan bukan semata meningkatkan produksi, melainkan memastikan hasil pertanian benar-benar berdampak pada kesejahteraan petani dan terpenuhinya kebutuhan pangan masyarakat.

Petani membutuhkan dukungan nyata berupa akses benih bermutu, pupuk, alat pertanian, irigasi, informasi cuaca, pembiayaan yang layak, serta akses pasar dengan harga yang adil. Di tengah kenaikan biaya produksi dan perubahan cuaca, perlindungan lahan pertanian serta perbaikan infrastruktur pengairan harus menjadi agenda pembangunan berkelanjutan.

Di sisi lain, pemerintah daerah perlu memperkuat distribusi pangan dari sentra produksi menuju pasar dan rumah tangga. Pemantauan harga secara berkala, penguatan cadangan pangan, dukungan terhadap pasar tradisional, serta bantuan pangan yang tepat sasaran dapat menjadi langkah strategis dalam menjaga daya beli masyarakat.

Wilayah yang teridentifikasi rentan, termasuk desa-desa di kawasan Palas dan Sragi sebagaimana disebut dalam analisis kerentanan pangan, perlu mendapatkan pemeriksaan kondisi secara lebih spesifik. Pemerintah perlu mengidentifikasi faktor penyebabnya, baik terkait daya beli, akses sarana penjualan pangan, kondisi pertanian, ketersediaan air bersih, maupun faktor lainnya, agar kebijakan yang disusun tepat sasaran.

Ketahanan pangan juga harus dilihat dari mutu konsumsi masyarakat, bukan hanya ketersediaan beras. Edukasi gizi seimbang, pemanfaatan pekarangan untuk tanaman pangan, pengembangan pangan lokal, serta pengurangan pemborosan makanan perlu diperkuat melalui kolaborasi sekolah, kelompok tani, UMKM pangan, pemerintah desa, dan masyarakat.

Pada akhirnya, Lampung Selatan memiliki peluang besar untuk memperkuat ketahanan pangan dengan dukungan sektor pertanian yang potensial. Namun, keberhasilan pembangunan pangan tidak semestinya berhenti pada angka produksi maupun indeks semata.

Ukuran keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika petani memperoleh penghasilan yang layak, harga pangan tetap terjangkau, dan setiap keluarga mampu mengakses makanan bergizi sepanjang tahun.

Produksi yang kuat harus berujung pada kesejahteraan yang merata. Dengan kebijakan berbasis data, perlindungan petani, distribusi yang baik, dan keberpihakan kepada wilayah rentan, Lampung Selatan dapat membangun ketahanan pangan yang lebih adil, tangguh, dan berkelanjutan.

—

Sumber Data dan Bacaan:

1. Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung – Luas Panen, Produktivitas, dan Produksi Padi Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung, 2025.
https://lampung.bps.go.id/id/statistics-table/3/WmpaNk1YbGFjR0pOUjBKYWFIQlBSU3MwVHpOVWR6MDkjMyMxODAw/luas-panen-produktivitas-dan-produksi-padi-menurut-kabupaten-kota-di-provinsi-lampung.html?year=2025

2. Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lampung Selatan – Indeks Ketahanan Pangan Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2025.
https://gotrack.lampungselatankab.go.id/opendata/dataset/data_sektoral/show/indeks-ketahanan-pangan-kabupaten-lampung-selatan-tahun-2025

3. Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lampung Selatan – Hasil Analisis Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2025.
https://gotrack.lampungselatankab.go.id/opendata/dataset/data_sektoral/show/hasil-analisis-peta-ketahanan-dan-kerentanan-pangan-kabupaten-lampung-selatan-tahun-2025

Berita Terkait

Solid…!!! DPW dan 11 DPD Kab/Kota Se-Lampung Dukung Sudaryono Maju Ketum DPP APPSI Periode Ke-II
Pemkab Lambar Dukung Penuh Ranperda Inisiatif DPRD Tentang Penyelenggaraan Jalan
Keluarga Besar Pujakesuma Lampung Barat Gelar Baksos Bantu Warga Korban Kebakaran di Pekon Negeri Ratu
Terima Laporan Kapolri, Presiden Prabowo Perintahkan Tindakan Hukum Tegas
BAZNAS Kabupaten Lampung Selatan Raih Penghargaan BAZNAS ATM Award 2026 dari ADINKES
IPMS Wilayah Lampung Gelar Nampunkah Apit Jurai 2026, Diikuti 75 Peserta dari Berbagai Kampus
Chandra Muliawan Minta Semua Pihak Jaga Marwah Unila, “Jangan Cederai Pilrek dengan Fitnah dan Kebencian”
Bareskrim Polri Tetapkan 3 Tersangka Kasus Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 14:09 WIB

Solid…!!! DPW dan 11 DPD Kab/Kota Se-Lampung Dukung Sudaryono Maju Ketum DPP APPSI Periode Ke-II

Rabu, 4 November 2026 - 20:40 WIB

Pemkab Lambar Dukung Penuh Ranperda Inisiatif DPRD Tentang Penyelenggaraan Jalan

Rabu, 4 November 2026 - 20:37 WIB

Keluarga Besar Pujakesuma Lampung Barat Gelar Baksos Bantu Warga Korban Kebakaran di Pekon Negeri Ratu

Rabu, 4 November 2026 - 17:45 WIB

Terima Laporan Kapolri, Presiden Prabowo Perintahkan Tindakan Hukum Tegas

Rabu, 4 November 2026 - 17:34 WIB

BAZNAS Kabupaten Lampung Selatan Raih Penghargaan BAZNAS ATM Award 2026 dari ADINKES

Rabu, 4 November 2026 - 11:05 WIB

IPMS Wilayah Lampung Gelar Nampunkah Apit Jurai 2026, Diikuti 75 Peserta dari Berbagai Kampus

Rabu, 4 November 2026 - 00:08 WIB

Chandra Muliawan Minta Semua Pihak Jaga Marwah Unila, “Jangan Cederai Pilrek dengan Fitnah dan Kebencian”

Selasa, 3 November 2026 - 23:53 WIB

Bareskrim Polri Tetapkan 3 Tersangka Kasus Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden

Berita Terbaru