Ari Pahala Hutabarat Raih Kusala Sastra Khatulistiwa 2026

- Redaksi

Selasa, 29 September 2026 - 01:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDAR LAMPUNG – Sastrawan asal Lampung, Ari Pahala Hutabarat, meraih Kusala Sastra Khatulistiwa 2026 kategori puisi melalui buku Nusantara, Amnesia. Buku tersebut diterbitkan oleh Lampung Literature.

Kemenangan Ari diumumkan dalam perhelatan Kusala Sastra Khatulistiwa, 27 September 2026. Nusantara, Amnesia menjadi salah satu karya yang masuk dalam Daftar Panjang kategori puisi sebelum kemudian melaju dalam tahapan Daftar Pendek hingga akhirnya ditetapkan sebagai pemenang.

Dalam laporan dewan juri, Nusantara, Amnesia disebut memiliki kekuatan dalam mempertemukan persoalan sejarah dengan pengalaman personal. Buku tersebut membaca kembali berbagai persoalan yang berkaitan dengan ingatan kolektif, sejarah, dan pengalaman manusia Indonesia melalui puisi yang mampu menampung “register diskursif dan register afektif.”

Penilaian tersebut menjadi salah satu dasar dewan juri dalam memilih karya Ari sebagai pemenang kategori puisi tahun ini. Kemenangan tersebut sekaligus menjadi capaian penting bagi dunia sastra di Lampung.

Dengan kemenangan Ari pada 2026, nama penyair Lampung kembali tercatat sebagai pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa setelah jeda enam tahun, di mana sebelumnya, Inggit Putria Marga meraih penghargaan yang sama untuk kategori puisi melalui Empedu Tanah pada 2020.

Kabar Perkembangan Puisi di Lampung

Kemenangan Ari memperpanjang catatan keberhasilan penyair Lampung di tingkat nasional.

Sebelum Nusantara, Amnesia, Empedu Tanah karya Inggit Putria Marga menjadi buku puisi dari Lampung yang meraih Kusala Sastra Khatulistiwa.

Catatan ini menjadi menarik di tengah perkembangan kepenyairan di Lampung yang terus berlangsung. Selain Inggit dan Ari, Lampung memiliki sejumlah penyair yang telah lama aktif dalam sastra Indonesia, seperti Isbedy Stiawan ZS, Iswadi Pratama, dan sejumlah nama lain yang tumbuh dari berbagai daerah.

Aktivitas kepenyairan itu berlangsung melalui penerbitan buku, pembacaan puisi, diskusi, festival, bengkel sastra, hingga komunitas-komunitas yang menjadi ruang pertemuan antara penyair dan pembaca.
Karena itu, penghargaan yang diterima Ari dapat dilihat menjadi kabar baik bagi perkembangan puisi di Lampung.

Nusantara, Amnesia dan persoalan ingatan

Dalam laporan dewan juri KSK 2026, perhatian terhadap Nusantara, Amnesia tidak semata-mata terletak pada tema yang dibicarakan, tetapi juga pada cara Ari mengolah persoalan tersebut menjadi pengalaman puitik.

Arif Bagus Presetyo, salah satu dewan juri mengungkapkan, Buku ini berangkat dari gagasan tentang Nusantara dan ingatan. Sejumlah persoalan sejarah yang berskala besar dipertemukan dengan pengalaman manusia yang lebih personal.

“Karya ini dengan gemilang mengolah trauma sejarah menjadi pengalaman puitik yang kaya, mendobrak kebekuan pikiran sembari menggetarkan emosi melalui komposisi yang padu secara bentuk maupun tema,” ujarnya.

Hal tersebut menjadi salah satu kekuatan Nusantara, Amnesia di mata dewan juri.
Buku tersebut sebelumnya juga telah masuk dalam daftar panjang Kusala Sastra Khatulistiwa 2026 bersama sejumlah buku puisi dari penyair lain yang diterbitkan oleh berbagai penerbit nasional maupun independen. Pada akhirnya, karya Ari terpilih sebagai pemenang.

Diterbitkan dari Lampung

Nusantara, Amnesia juga memiliki catatan lain. Buku tersebut diterbitkan oleh Lampung Literature, penerbit yang berbasis di Lampung. Kehadiran buku tersebut dalam ajang KSK menjadi salah satu capaian bagi penerbitan sastra dari daerah.

Devin Nodestyo, Kepala Bidang Penerbitan Lampung Literature mengungkapkan, Selama beberapa tahun terakhir, Lampung Literature aktif menerbitkan karya-karya penulis dan penyair Lampung.

“Kami ingin karya yang lahir di sini punya kesempatan untuk dibaca lebih luas. Karena itu, ketika Nusantara, Amnesia menang (KSK), menjadi bukti bahwa karya yang diterbitkan dari Lampung juga bisa masuk dalam percakapan sastra nasional,” ujarnya.

Berita Terkait

Solid…!!! DPW dan 11 DPD Kab/Kota Se-Lampung Dukung Sudaryono Maju Ketum DPP APPSI Periode Ke-II
Pemkab Lambar Dukung Penuh Ranperda Inisiatif DPRD Tentang Penyelenggaraan Jalan
Keluarga Besar Pujakesuma Lampung Barat Gelar Baksos Bantu Warga Korban Kebakaran di Pekon Negeri Ratu
Terima Laporan Kapolri, Presiden Prabowo Perintahkan Tindakan Hukum Tegas
BAZNAS Kabupaten Lampung Selatan Raih Penghargaan BAZNAS ATM Award 2026 dari ADINKES
Ketahanan Pangan Lampung Selatan: Produksi Kuat Harus Diikuti Akses Pangan yang Merata
IPMS Wilayah Lampung Gelar Nampunkah Apit Jurai 2026, Diikuti 75 Peserta dari Berbagai Kampus
Chandra Muliawan Minta Semua Pihak Jaga Marwah Unila, “Jangan Cederai Pilrek dengan Fitnah dan Kebencian”

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 14:09 WIB

Solid…!!! DPW dan 11 DPD Kab/Kota Se-Lampung Dukung Sudaryono Maju Ketum DPP APPSI Periode Ke-II

Rabu, 4 November 2026 - 20:40 WIB

Pemkab Lambar Dukung Penuh Ranperda Inisiatif DPRD Tentang Penyelenggaraan Jalan

Rabu, 4 November 2026 - 20:37 WIB

Keluarga Besar Pujakesuma Lampung Barat Gelar Baksos Bantu Warga Korban Kebakaran di Pekon Negeri Ratu

Rabu, 4 November 2026 - 17:45 WIB

Terima Laporan Kapolri, Presiden Prabowo Perintahkan Tindakan Hukum Tegas

Rabu, 4 November 2026 - 17:34 WIB

BAZNAS Kabupaten Lampung Selatan Raih Penghargaan BAZNAS ATM Award 2026 dari ADINKES

Rabu, 4 November 2026 - 11:05 WIB

IPMS Wilayah Lampung Gelar Nampunkah Apit Jurai 2026, Diikuti 75 Peserta dari Berbagai Kampus

Rabu, 4 November 2026 - 00:08 WIB

Chandra Muliawan Minta Semua Pihak Jaga Marwah Unila, “Jangan Cederai Pilrek dengan Fitnah dan Kebencian”

Selasa, 3 November 2026 - 23:53 WIB

Bareskrim Polri Tetapkan 3 Tersangka Kasus Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden

Berita Terbaru